Categories: tips atap murah

Rumah adalah tempat di mana kita beristirahat dan melepas lelah sekaligus menjadi tempat peraduan bagi keluarga yang harmonis. Besar kecilnya sebuah rumah tidak menjadi penentu kebahagiaan sebuah keluarga. Bisa jadi ada yang luas rumahnya satu hektar tapi di dalamnya selalu terjadi pertengkaran. Ada pula yang rumahnya mungil dan sederhana namun isinya selalu penuh canda ria dan tertawa. Meski demikian tidak bisa dipungkiri bahwa fisik rumah juga turut mempengaruhi minimal suasana di dalamnya. Bayangkan bila bangunan tersebut dilindungi oleh atap yang membuat hawa dalam ruangan panas, tentu saja secara emosi juga akan terpengaruh. Oleh karena itu, memperhatikan proses pembangunan rumah adalah syarat untuk menciptakan nuansa yang menyejukkan. Salah satunya adalah memilih atap. Demi efisiensi biaya, tidak jarang atap murah yang kualitas rendah menjadi pilihan bagi masyarakat dewasa ini.

Menghemat biaya renovasi atau membangun rumah tentu saja mutlak harus dilakukan terlepas apakah seseorang tersebut termasuk golongan menengah atas atau menengah bawah. Sebab persoalan biaya dan menekan anggaran memang sudah menjadi strategi setiap individu dalam mengeksekusi suatu rencana. Dalam proses yang berkaitan dengan rumah, memilih atap murah adalah salah satu solusi untuk menciptakan nuansa di dalamnya dengan biaya minim.

Sebelum memilih atap murah berkualitas, Anda harus mengenal terlebih dahulu masing-masing bahan karena tidak semuanya cocok dengan rumah Anda. Setiap bahan mempunyai keunggulan sekaligus kelemahan yang harus dicocokkan dengan karakter bangunan rumah Anda sendiri.

Sirap misalnya, adalah salah satu bahan untuk atap murah yang terbuat dari kayu besi atau kayu ulin tua yang sangat tahan terhadap perubahan cuaca. Selembar sirap memiliki warna, lebar, ketebalan dan potongan khas dan alami serta memberi kesejukan pada rumah. Fungsinya memberikan sirkulasi udara yang bagus serta tidak menyerap panas.

Meski demikian, atap murah dari sirap memiliki beberapa kelemahan, yaitu membutuhkan perawatan regular dan perbaikan karena sifatnya yang tidak tahan lama. Sirap sangat rentan terhadap pelapukan serta serangga yang memperpendek usianya. Selain itu, dibanding genteng, sirap lebih sulit dipasang sehingga kualitasnya bergantung tangan tukang yang memasangnya. Dan yang agak berbahaya adalah lapisannya yang tidak anti panas sehingga rentan apabila terjadi kebakaran. Tidak heran di masa sekarang sudah jarang masyarakat yang menggunakan sirap sebagai atapnya.

Alternatif atap murah lainnya adalah genteng tanah liat. Berbeda dengan sirap, genteng ini sangat awet dan tidak mudah lapuk dimakan usia. Apalagi tingkat keamanannya juga terjamin karena tidak mudah terbakar dan dirusak oleh serangga-serangga. Dan yang paling penting, mereka yang menutup atapnya dengan genteng ini biasanya tidak perlu rutin merawatnya karena kualitasnya yang memang prima.

Meski demikian, atap murah dari genteng tanah liat juga memiliki kelemahan, yaitu memiliki bobot yang sangat berat sehingga membutuhkan pengungkit seperti papan yang lebih kuat. Dan walaupun berkualitas, warna dari genteng tanah liat ini akan memudar dan menghitam setelah sekian tahun dipakai untuk menutup atap. Bisa diakali dengan memilih jenis baru yang diproses dengan suhu tinggi karena warnanya lebih permanen. Selain itu, terkadang mudah pecah dan relatif lebih rapuh jika diinjak. Jika rumah Anda berdekatan dengan lapangan voli atau basket, disarankan jangan menggunakan genteng jenis ini agar tidak pecah karena bola nyasar. Dengan kerapuhannya tersebut, merawat genteng ini jauh lebih sulit dan harus berhati-hati.

Pencarian dari Google :

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Find us on Facebook

Top

Perlu dibaca juga :close